banner tarq

banner tarq

Senin, 30 Maret 2015

GEMA ISLAM JADI KORBAN

GEMA ISLAM JADI KORBAN
OLEH : YUSUF UTSMAN BAISA
          Gema Islam diblokir, itulah yang jadi bahan pembicaraan dikalangan muslimin yang akrab dengan dunia maya dan ingin terus mengikuti berita dan opini yang semakin hari semakin semarak.

            Gema Islam selalu berusaha tampil "moderat", namun dituduh "radikal" dan "teroris", hal ini memang miris dan menyakitkan hati.

            Siapapun tahu bahwa yang paling meradang dan kepanasan dengan ulasan-ulasan Gema Islam adalah orang-orang Syiah, Sekuler dan Komunis.

            Tidak sulit bagi "Gema Islam" untuk berganti nama dan berfokus di jaringan sosial yang beraneka ragam, tentu tidak kalah efektifnya.

            Namun hal ini tidak menyelesaikan masalah yang sesungguhnya, karena sikap dan ulah mereka yang terus-menerus menjauhkan Jokowi dari hati Umat Islam akan menyebabkan kejatuhannya.

            Gaya kepemimpinan Jokowi pada saat ini lebih serupa dengan gaya "Raja Jawa" yang meletakkan kerisnya dibalik punggungnya dan melepas para menterinya bekerja sendiri dan bertanggung jawab atas keputusannya masing-masing.

            Namun akibatnya kalau terus dibiarkan seperti ini, negeri ini akan jadi serupa dengan negeri komunis, yang selalu memaksakan kehendak dan sangat siap membredel apapun yang dianggap membahayakan idiologi dan misi mereka.

            Tontonan yang kita dapati setiap hari semakin meyakinkan kita akan hal ini, bagaimana mereka mengadu domba antar anggota partai oposisi sehingga mereka lemah dan terpecah, sistem dan kurikulum pendidikan terus dilucuti dari ajaran islam, Kementerian Agama terus dilemahkan pengaruhnya, seorang Menteri Sosial membagi-bagi rokok, Polisi diadu kekuatannya dengan Tentara, KPK dilucuti kedigdayaannya, ekonomi dilepas bebas kepada para raja kartel dan seterusnya.

            Gema Islam hanyalah satu korban dari banyak media yang sedang eksis, namun yang mendapat perlakuan semena-mena sangatlah banyak, dan yang lainnya yang belum kena bisa jadi akan mengalami nasib yang sama, akibat ulah dan gaya orang-orang yang sama. 

            Memang benar kita harus taat dan hormat kepada kepala Negara, namun bukan berarti kita boleh membiarkan kesalahan-kasalahannya, apalagi jika membahayakan Islam dan Muslimin.

            Kita hanya mentaatinya disaat dia benar dan sesuai dengan ajaran Islam, namun disaat dia salah dan membiarkan anak buahnya berbuat semena-mena, maka umat islam tidak boleh membiarkannya, bahkan harus mencari solusi dan mendapatkan antisipasinya.

            Sementara dibelakang Jokowi ada banyak tokoh-tokoh sekuler dan sosialis yang sangat membenci Islam dan tidak bersahabat dengan Muslimin.

            Mereka memiliki agenda dan menghalalkan segala cara, apalagi pada saat ini mereka merasa terdukung oleh kalangan Aliran Sesat, seperti Syiah contohnya.  

            Kalau Umat  terus berpangku-tangan dan masih merasa dominan dan kuat, maka bersiaplah untuk kecewa dan tidak berdaya menghadapi kebobrokan mental dan moral generasi muda yang diakibatkan oleh tangan-tangan yang terus bekerja menjauhkan mereka dari ajaran agama Islam.
Semoga bermanfaat
Tarbiyatul quran
Sekolah tahfidz balikpapan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar