banner tarq

banner tarq

Selasa, 17 Februari 2015

Sambutan Dari Ketua Yayasan Dra. Hj. Wahidah


 Assalamualaikum warohmatullah wabarokatuh

            Sebuah perjalanan yang begitu panjang. Bergelut dalam dunia pendidikan, sejak tahun 1992, bukan sekedar menekuni teori saja, tapi juga dengan menerjuni dunia pendidikan tersebut, berbagai upaya pendirian sekolah telah dilakukan, mulai dari yang sifatnya insidentil, seperti pesantren kilat, dari tingkat anak anak sampai dengan dewasa, kemudian dilanjutkan dengan Lembaga Pendidikan Islam Cendikia Terpadu (LPICT), dari Kelompok Bermain (KB) sampai dengan SMU, namun tetap saja belum menemukan sistem dengan pola yang pas untuk menunjang pencapaian cita-cita UU yang tertuang sebagai cita-cita pendidikan. Yang berbunyi:

“ Tujuan Pendidikan Nasional
          Adalah Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi serta peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga yang demokratis serta bertanggungjawab. (Pasal 3 UUD RI No. 20 Th. 2003 Tentang Pendidikan Nasional”)

          Saya menggaris bawahi dari undang-undang tersebut yaitu yang beriman dan bertakwa, (Klik Disini Pembahasan Saya Mengenai Iman dan Taqwa) Iman dan taqwa hanya dapat dicapai dengan merujuk kepada kepribadian para nabi, Nabi Muhammad Rosulullah SAW, adalah manusia yang beriman dan bertaqwa, sehingga segala sesuatunya harus kembali kepada Allah dan Rosulnya yaitu mengembalikan materi kurikulum pendidikan harus memiliki dasar-dasar Al-Quran.

          Untuk itu kami Yayasan Fii Sabiilillah membuat wadah pendidikan dengan Nama Sekolah Tarbiyatul Qur’an dengan maksud ingin meneladani Iman dan Taqwa pada pribadi Rosulullah SAW, karena hal yang demikian berprinsif mengedepankan Al-Qur’an murni bukan mengutamakan Science, sebagaimana pada brosur yang kami buat science menggantikan Al-Qur’an dalam dunia pendidikan kehidupan kita keseharian, itu sebuah tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan dihadapan Allah Subhanahu Wata’alaa.
          Membaca huruf Al-Qur’an saja sudah mendapatkan 10 kebaikan, sekarang kalau kita ganti itu kebaikan apa yang kita dapatkan, ini berupa pengalaman yang saya sebagai ketua Yayasan tidak bisa meneruskan pendidikan dengan kurikulum yang bukan Al-Qur’an.
          Akhirnya harapan kami, Mudah-mudahan dapat terwujudnya generasi Al Qur’an ; generasi yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia serta diridhoi Allah subhanahu wa ta’ala. Aamiin

Wallahua’lam Bishowab
 
wassalamualaikum warohmatullah wabarokatuh
 
Salam Hangat, 
 
 
 
Dra. Hj. Wahidah
 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar